Jum'at, 29 Agustus 2014
  Edisi 
 
Cari
Bulan
Tahun
 
Penyumbatan Pembuluh Darah Arteri di Kaki Bisa Akibatkan Stroke
Stroke adalah istilah yang sangat akrab ditelinga. Namun sering kali orang tidak pernah mengantisipasi dengan perilaku hidup sehat yang anti stroke sampai ia menyadari telah terkena stroke. Stroke terjadi karena adanya penyumbatan pembuluh darah arteri bukan hanya terjadi di otak, tapi bisa juga terjadi di kaki.

Stroke adalah istilah yang sangat akrab ditelinga. Namun sering kali orang tidak pernah mengantisipasi dengan perilaku hidup sehat yang anti stroke sampai ia menyadari telah terkena stroke. Stroke terjadi karena adanya penyumbatan pembuluh darah arteri bukan hanya terjadi di otak, tapi bisa juga terjadi di kaki.

Berbeda dengan tahun 50-an, di era tahun 90-an hingga sekarang penyakit yang menyerang pembuluh darah arteri otak menjadi momok bagi masyarakat Indonesia, karena kecacatan yang ditimbulkannya. Penyakit yang menyerang otak ini, dikemukakan dr Christhoper Chen, konsultan dan ahli saraf National Institut Neuroscience Institute, Singapore General Hospital, merupakan kasus aterotrombosis yang menyerang otak (brain attack) ada dua tipe, yaitu stroke iskemik dna hemorrhagik.
Dari dua tipe stroke ini, stroke iskemik merupakan yang paling dominan menyerang manusia (85%) dario kasus stroke, sedang sisanya adalah stroke hemorrhagik. Pada stroke iskemik terjadi karena adanya penyumbatan pada pembuluh darah otak. Sedangkan stroke hemorrhagik ditandai dengan pecahnya pembuluh darah yang mengalir ke otak dan merusak jaringan di sekitar otak.
Seringkali, serangan stroke sifatnya sementara atau dikenal dengan transient iskemic attack (TIA) atau ministroke, karena adanya kerusakan fungsi otak hasil dari suplai darah ke dalam otak yang cukup pendek atau singkat. ?Memang ministroke tidak terlalu berbahaya, namun bila tidak diwaspadai akan menjadi stroke sungguhan,? tegas Chen.
Dr Chen Mengingatkan, otak merupakan organ yang cukup kompleks, karena dialah yang mengontrol seluruh fungsi organ tubuh, karenanya bila terkena stroke akan berakibat tidak berfungsinya kendali motorik tubuh-tubuh yang dikontrol otak yang terkena stroke. ?Karena saraf-saraf otak mengontrol tubuh secara menyilang, maka bila stroke menyarang otak kanan bagian tubuh kiri yang mengalami kelumpuhan, sebgitu juga sebaliknya,? katanya.
Beberapa akibat lain dari serangan stroke adalah kehilangan memori, kesulitan berbicara atau mengucapkan bahasa, problem penglihatan, dan lumpuh. Orang-orang yang memiliki hipertensi, diabetes dan perokok sangat berpotesi terkena stroke. Hampir 60-75% penderita hipertensi akan terkena stroke. Sedangkan penderita diabetes satu setengah sampai tiga kali berpotensi terkena stroke.
Serangan Ke Kaki
Peripheral arterial disease (PAD) atau penyakit perifer arteri sangat jarang diketahui orang, karena penyakit ini menyerang pembuluh darah pada kaki. Menurut Prof Sompongse Suwanwalaikorn MD dari unit Endokrinologi dan Metabolisme Universitas Chulalongkorn, Bangkok, Thailand, seringkali nyeri pada kaki dianggap hal yang biasa. Terlebih bagi mereka yang memiliki faktor risiko seperti kegemukan, merokok, hipertensi kolestreol tinggi, dan sebagainya. ?Seperti halnya stroke dan sakit jantung, pembuluh darah arteri pada kaki juga bisa mengalami penyumbatan,? katanya.
Ciri orang yang terkena PAD adalah munculnya rasa nyeri di betis dan lutut ketika orang tersebut berjalan. Rasa nyeri ini luar biasa, sehingga orang tersebut tidak bisa berjalan. Adakalanya rasa sakit ini menghuilang sejalan dengan kegiatan kaki dikurangi atau berhenti berjalan.
Namun, ada pula PAD yang sudah kronis dengan ditandai adanya kelainan pada jari-jari kaki. Munculnya pembengkakan pada jari berwarna kebiruan atau seperti bisul. Pada umumnya, pasien tidak tahu apa penyakit yang diderita. Bahkan ada diantaranya yang menganggap gejala ini terjadi karena kelelahan atau luka tidak sembuh bila ada pembengkakan.
Bila ada keluhan semacam ini, biasanya dokter akan mendiagnosis dengan berbagai pemeriksaan, di antaranya pemeriksaan Ankle Brachial Index (ABI?Indeks pembuluh darah dipergelangan kaki), ultrasound, Magnetic Resonance Imaging (MRI),X ?ray angiographi, dan tes treadmill.
Bila dari hasil tes pasien dinyatakan positif PAD, ada dua tindakan penyembuhan, yaitu penyembuhan tanpa obat dan memakai obat. Penyembuhan tanpa obat, pasien harus mengubah gaya hidup seperti berhenti merokok, melakukan program pengurangan berat badan, menurunkan kolesterol dan sebagainya.
Sedangkan penyembuhan dengan obat, dokter akan memberikan obat antitrombosit, angioplasti (terapi kateter dengan balon) dan bedah, atau kalau terpaksa sekali pasien harus diamputasi. RIS

Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
:: Artikel sebelumnya
>> Peluncuran Web Site Yastroki: www.strokeyayasan.com
>> Basuki Bachrum, Pasca Stroke Ingin Mandiri
>> Obat Baru Hipertensi dan Stroke
>> Pertemuan Ahli Bedah Saraf Asia
>> Stroke Center RSIJ Tangani Penderita Stroke Secara Terpadu
>> Peran dan Kiprah Yayasan Stroke Indonesia
>> Pedoman Praktis Insan Pasca Stroke
>> Mengenal Gejala dan Kiat Mencegah Stroke
>> Warning Sign of a Stroke
>> Penilaian Resiko Stroke

Gemari | KBI Gemari | Dharmais | Harian Pelita | Majalah Amanah | Dradio 103.4 FM
Damandiri | Trikora | Dakab | Gotong Royong | Yastroki | Supersemar | Yamp | Indra

Home | Profil | Kontak Kami | Buku Tamu
Redaksi Yastroki : redaksi@yastroki.or.id
Copyright © 2003 Yastroki.or.id
design by Visionnet